Indonesian English

Berita STISIP

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Kedudukan dosen sebagai tenaga professional, berfungsi meningkatkan martabat dan perannya sebagai agen pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdian pada masyarakat dalam kerangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proses, penilaian hasil pembelajaran, pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian. Disamping itu melaksanakan tugas tambahan dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pendidik dan pembelajar setiap dosen perlu memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial (UU Guru dan Dosen).

Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) merupakan program pelatihan yang dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk peningkatan kompetensi pedagogik bagi para dosen. Menurut Koordinator Kopertis Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Dr. Z. Notanubun, M.Pd ; "PEKERTI ditujukan untuk dosen muda, sedangkan AA ditujukan untuk dosen senior. Materi-materi yang diberikan dalam PEKERTI merupakan kebutuhan dosen muda untuk mempersiapkan kompetensi pedagogis dosen-dosen muda di dalam Wilayah Kopertis XII Maluku dan Maluku Utara".

 

20160813_155056.jpg - 2.27 MB

Menurut Dr. Z. Notanubun, M.Pd ; "Tujuan Pelatihan PEKERTI yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara ini adalah agar peserta pelatihan (dosen muda) mampu merancang program pembelajaran jangka waktu satu semester (Silabus) mata kuliah, merancang program pembelajaran jangka pendek (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), menguasai dasar-dasar komunikasi dan keterampilan dasar mengajar, melaksanakan pembelajaran berdasarkan paradigma baru pembelajaran di Perguruan Tinggi, merancang dan melaksanakan evaluasi hasil belajar mahasiswa, merancang, menyusun dan mengembangkan bahan ajar, merancang dan melaksanakan penelitian untuk peningkatan kualitas pembelajaran".

Materi sajian Pelatihan PEKERTI yang diselenggarakan ini yaitu  : 1. Pendidikan sebagai sistem, 2. Strategi peningkatan kualitas Pendidikan Tinggi, 3. Paradigma Baru Pembelajaran dan implikasinya dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi, 4. Model Quality Assurance dalam pembelajaran, 5. Pembelajaran Orang Dewasa, 6. Paradigma Konstruktivisme dalam pembelajaran, 7. Pengembangan Kurikulum, 8. Teori Belajar dan Motivasi, 9. Taksonomi Tujuan Pembelajaran dan Analisis Kompetensi, 10. Model-model pembelajaran, 11. Metode-metode pembelajaran, 12. Media pembelajaran, 13. Pembelajaran berbasis ICT, 14. Penyusunan Bahan Ajar, 15. Penilaian hasil belajar, 16. Penyusunan Silabus, 17. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, 18. Dasar-dasar komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar, 19. Team Teaching, 20. Praktikum, 21. Praktek Pengajaran Mikro, 22. Penelitian untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran di PT.

Pelaksanaan Pelatihan PEKERTI diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, 11 s/d 13 Agustus 2016, bertempat di Aula Penginapan Lounusa Beach - Amahai. Kegiatan PEKERTI berlangsung selama 150 jam pengajaran dan praktek. Peserta PEKERTI berasal dari beberapa Perguruan Tinggi dalam wilayah Kopertis XII. Dr. Z. Notanubun, M.Pd menjanjikan akan melaksanakan kegiatan lanjutan berupa kegiatan Applied Approach (AA) bagi 27 peserta PEKERTI ini di tempat yang sama sebagai bentuk keberlanjutan. Janji ini mendapat respons positif dari 27 peserta.

Pekerti2.jpg - 3.94 MB

 

T. R. Resusun, S.Sos., M.Si selaku Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kebangsaan dalam akhir kegiatan meresponi positif kegiatan PEKERTI ini bagi beberapa dosen muda khususnya dosen STISIP Kebangsaan dalam rangka peningkatan mutu dosen muda. Resusun menyambut baik perhatian Dr. Z. Notanubun, M.Pd sebagai Koordinator Kopertis XII yang selama ini penuh perhatian kepada PTS-PTS khususnya penyelenggaraan kegiatan-kegiatan akademik di wilayah Kota Masohi. Resusun juga berharap kiranya Kopertis XII bisa melaksanakan lanjutan dari kegiatan PEKERTI sebagai bentuk peningkatan mutu dosen khususnya di wilayah Kota Masohi. (adminSK).

 

Sebagai salah satu sosok yang dapat didengar oleh masyarakat karena aspek intelektualitas, katanya, diharapkan senantiasa memposisikan diri sebagai motivator utama dalam mendukung peningkatan stabilitas daerah pada aspek keamanan. Sementara Ketua Yayasan STISIP Kebangsaan Masohi, TR Resusun mengatakan, STISIP berdiri sudah delapan tahun sejak tahun 2002 hingga 2010 telah menghasilkan 177 sarjana, dan telah ada yang menjadi PNS tersebar di beberapa daerah kabupaten di Maluku bahkan di luar daerah Maluku.

kotamasohi

Artinya dalam kiprah pembangunan bangsa dan Negara ini, maka harus bekerja keras, profesional, loyalitas tinggi, kejujuran serta mampu sikapi pandangan yang tepat dengan cara menunjukkan diri sebagai alumni STISIP Masohi yang dapat dibanggakan sebagai pemikir dan pelaku pembangunan di Kabupaten Malteng," katanya. Kendati sudah selesai menjalani proses pendidikan dalam sebuah perguruan tinggi khususnya di STISIP Masohi ini, namun tantangan ke depan lebih berat, karena itu harus bekerja keras untuk membangun diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Bupati meminta, dengan kemampuan yang dimiliki oleh para lulusan ini, hendaknya dimanfaatkan untuk mewujudkan peningkatan sumber daya yang ada.

Hal ini diungkapkan Bupati Malteng dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rony Hetaria pada acara rapat senat terbuka dalam rangka wisuda ke IV sarjana stratum I STISIP Kebangsaan Masohi, di gedung Mae Oku Masohi, Selasa (30/11). Dikatakan, gelar akademik yang diperoleh dengan kerja keras, biaya yang sangat mahal maupun pikiran dapat berkiprah dengan baik dalam proses pembangunan Kabupaten Malteng, meniti karir dan menatap masa depan yang lebih baik, berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan diarah ini.

Masohi- Bupati Kabupaten Maluku (Malteng) Abdullah Tuasikal mengharapkan, para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (STISIP) Kebangsaan Masohi dapat menjadi pemikir dan pelaku pembangunan di kabupaten yang bergelar Pamahanunusa ini.

"Ini menandakan kelulusan STISIP bangsaan juga diperhitungkan," tandas Resusun sembari mengharapkan, para lulusan bisa menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Untuk diketahui, mahasiswa STISIP Kebangsaan Masohi yang diwisudakan sebanyak 22 orang terdiri dari tiga jurusan, yaitu jurusan Sosialogi dua orang, jurusan Administrasi Negara 10 orang dan jurusan Ilmu Pemerintahan 10 orang.(S-24) Sumber: http://www.siwalimanews.com/

Masohi- Bupati Kabupaten Maluku (Malteng) Abdullah Tuasikal mengharapkan, para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (STISIP) Kebangsaan Masohi dapat menjadi pemikir dan pelaku pembangunan di kabupaten yang bergelar Pamahanunusa ini.

wisuda

Hal ini diungkapkan Bupati Malteng dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rony Hetaria pada acara rapat senat terbuka dalam rangka wisuda ke IV sarjana stratum I STISIP Kebangsaan Masohi, di gedung Mae Oku Masohi, Selasa (30/11). Dikatakan, gelar akademik yang diperoleh dengan kerja keras, biaya yang sangat mahal maupun pikiran dapat berkiprah dengan baik dalam proses pembangunan Kabupaten Malteng, meniti karir dan menatap masa depan yang lebih baik, berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan diarah ini.

Menurutnya, generasi muda yang menyandang predikat sarjana, maka para lulusan ini merupakan generasi penerus dan kader pemimpin yang akan memikul dan meneruskan perjuangan bangsa. "Hakekat seorang kader pemimpin harus memiliki pandangan jauh ke depan.

Artinya dalam kiprah pembangunan bangsa dan Negara ini, maka harus bekerja keras, profesional, loyalitas tinggi, kejujuran serta mampu sikapi pandangan yang tepat dengan cara menunjukkan diri sebagai alumni STISIP Masohi yang dapat dibanggakan sebagai pemikir dan pelaku pembangunan di Kabupaten Malteng," katanya. Kendati sudah selesai menjalani proses pendidikan dalam sebuah perguruan tinggi khususnya di STISIP Masohi ini, namun tantangan ke depan lebih berat, karena itu harus bekerja keras untuk membangun diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Bupati meminta, dengan kemampuan yang dimiliki oleh para lulusan ini, hendaknya dimanfaatkan untuk mewujudkan peningkatan sumber daya yang ada.

Sebagai salah satu sosok yang dapat didengar oleh masyarakat karena aspek intelektualitas, katanya, diharapkan senantiasa memposisikan diri sebagai motivator utama dalam mendukung peningkatan stabilitas daerah pada aspek keamanan. Sementara Ketua Yayasan STISIP Kebangsaan Masohi, TR Resusun mengatakan, STISIP berdiri sudah delapan tahun sejak tahun 2002 hingga 2010 telah menghasilkan 177 sarjana, dan telah ada yang menjadi PNS tersebar di beberapa daerah kabupaten di Maluku bahkan di luar daerah Maluku.

"Ini menandakan kelulusan STISIP bangsaan juga diperhitungkan," tandas Resusun sembari mengharapkan, para lulusan bisa menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Untuk diketahui, mahasiswa STISIP Kebangsaan Masohi yang diwisudakan sebanyak 22 orang terdiri dari tiga jurusan, yaitu jurusan Sosialogi dua orang, jurusan Administrasi Negara 10 orang dan jurusan Ilmu Pemerintahan 10 orang.(S-24) Sumber: http://www.siwalimanews.com/

KONTAK STISIP KEBANGSAAN

Joomla forms builder by JoomlaShine

OUR SOCIAL CHANNEL

facebookicontwittericongoogle plus iconYouTube iconInstagram icon


Rekening:
STISIP KEBANGSAAN
No. Rek: 1001 005 707
Bank Maluku Cabang Masohi

PETA ALAMAT

JSN Solid template designed by JoomlaShine.com